Langsung ke konten utama

Hal mengenai pemangkasan pada lada

Hal pemangkasan pada lada atau merica.

Pemangkasan.
Dari pengalaman bergelut dengan tanaman lada dan memahami tumbuhan sifatnya menjalar ini, bersama para pelaku didalam perkembangan lada. Banyak sedikitnya pada umumnya para pemula inginnya menanam lada arau merica ini setelah ditanam dan dipupuk setelah itu bibuarkan begitu saja dan merambat mengikuti tonggakkan pada prinsipnya itu benar karna sifatnya merambat" niat menanam lada itu bebar tapi caranya bukan seperti inj" yang terjadi ditetangga saya. Sebelumnya saya pernah menulis cara pemangkasan pada tanaman lada, tapi saya ingin berbagi pengalaman mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Mengenali perbedaan pemangkasan pada tanaman lada.
Dengan cara menurunkan batang lada setelah ada tunas cabang dua dari batang utama.

  • Artinya ada tanaman lada usia tanam 8-9 bulan mulai bertunas ada juga usia 1 tahun bertunas terjadinya waktu tunas ini tak menentu. Timbul analisa, lada tersebut ingin dengan cara dipotong jarak 30 cm dari permukaan tanah, dan hasil potongan tersebut bisa untuk bakal pembibitan lada atau denga cara kedua yaitu diturunkan batang lada yang melekat dibatang kemudian batang lada tersebut di timbun dengan melingkari tonggakkan lada kemudian batang lada tersebut ditimbun tanah bercampur kompos, dan diikat kembali ditonggakkan lada. 
  • Kelebihan dari cara pemotongan lada Adalah bibit lada dan lada yang potong batang untuk pemaksimalan atau menimbulkan tunas baru pada ketiak ruas lada timbul ranting bakal buah yang kokoh. Kekurangannya,  adalah menunggu tunas baru. 
  • Kelebihan dari cara penurunan batang lada yang telah bertunas atau memiliki ranting bakal buah lada, yakni tidak memperoleh bibit lada itu pasti karna sifatnya menurunkan. Kekuranngannya, kalo tidak hati-hati dalam cara melingkari batang lada ditonggakan lada terjadi patahan, atau tercepit dan penumbuan kurang maksimal mengakibatkan lada tersebut akan layu ditunas pucuk lada dan daun tidak segar dan mengering, akar yang awalnya sudah merekat pada batang atau pohon akan cacat. 
Bagian dari pengalaman para pelaku tulen petani kelompok Martani lada diRiau, inilah kelebihan dan kekurangannya dari cara untuk pemaksimalan ranting pembuahan pada lada dari bawah sampai keatas tidak terdapat ruang yang kosong dan pembuahan akan maksimal. Ketelitian dan ketelatenan sangat penting dalam pembudidayaan tanaman lada atau merica

Salam sahabat tani indonesia. 
By. Akhmad.M.SE. Kelompok Tani Martani Lada Riau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lada dan Gaharu diRiau

    Bersama menuju pertanian berdikari berbasis dengan swuadaya masyarakat kini petani Kth. Sukmatani lada mampu mengembangkan bibit lada lokal tahan terhadap iklim dan tanah riau,  berangsur angsur kebutuhan anggota mulai menampakkan arahnya dari tujuan pertanian terpadu.  Berbagai jenis tanaman yang dikembangkan selain Lada terdapat tanam Labu Madu,  cabai merah,  kacang panjang, untuk memenuhi kebutuhan anggota, warga hingga pasar. Disayangkan dalam penjualan petani masih ditupangi dengan tengkulang menjadi pembahasan bagi kelompok tani hutan sukmatani lada yang mana hendak memutus rantai tengkulak yang selama ini harga yang tak bersahabat oleh petani, disisi lain petani masih menanggung beban harga pupuk semakain mahal. Kosyang dikeluarkan petani begitu besar harga pasar tak terkendali dan permintaan pasar besar, untuk roda perekonomian petani tetap berbutar mau tidak mau petani menjual hasilbumi dengan harga dibawah normal.    Lada menja...

Kelompok tani hutan sukmatani lada Riau

      Sering sekali para Petani mengeluhkan Kendala dihadapi, dengan keilmuan terbatas dan bibit terbatas menyulitkan Petani lada dalam perluasan penanaman lada. Keadaan keilmuan terbatas dan traditional Petani Lada tidak mampu untuk bersaing dalam priode 3tahun mendatang sebab permasalahan bibit yang terbatas dan juga menanggulangi penyakit masih traditional dengan obat alami. Mengembangkan lada ini termasuk memerlukan pembiayaan begitu besar, dari tajar hidup, paranet dan irigasi selang. Jika bibit lada tersedia berpengaruh pada pengadaan sarana kebutuhan dari lada itu sendiri. Tidak dipungkiri selama ini petani lada hanya mengandalkan bembiayaan seadanya atau terbatas jika dipersenkan luas arel petani lada 8Ha hanya mampu memenuhi 30% dari total lahan Petani lada dari bibit lokal, jika melaju mencapai kemandirian rempah lokal riau belum memadahi apa lagi persaingan pasar hari ini. Pemerintah desa setempat hari ini pun enggan menilik dari perkembangan dan kendala dihad...

Perkembangan lada di Tapung Hilir. Kampar. Riau.

Tumbuhan lada disebut pepper ningrum di Tapung Hilir. Riau. Budidaya lada saat ini sangat digandrungi menjadi pilihan tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan perluasan lada diwilayah riau sekitar seperti wilayah kampar, rokan, dan siak. Perkembangan diwilayah kabupaten kampar kecamatan tapung hilir desa suka maju memiliki kelompok tani yang membudidayakan lada atau pepper ningrum selama 3 tahun dan tergabung dalam wadah kelompok tani KTH.Sukmatani Lada bersama bpk Agus dia seorang pelaku dan pelopor semangat petani lada tulen yang berdikari memahami lada atau pepper ningrum,  berbagai kendala yang dihadapi akan tetapi bapak agus tetap bersemangat untuk mengembangkan tanaman lada. Lada atau pepper ningrum memiliki nilai ekonomi yang beser dikelas rempah-rempah, dan memiliki umur panjang melebihi tanaman sawit. Kelompok tani KTH. Sukmatani lada lahir dari semangat bapak agus dan teman-teman dalam satu wadah yang memproritaskan solidatitas anggota kebutuhan objektifi...